Jumat, 18 Juni 2010

Mama, you know i love you

Ibu ku, suatu hal yang tidak akan pernah bisa habis untuk diceritakan. Bagi kami, kedua anak perempuannya, ibu adalah sosok yang super unik. Kadang saya dan kakak perempuan saya, selalu tertawa bila mengingat perilaku ibu yang kadang super ajaib. Bukan bermaksud untuk menghina, melainkan memang perilaku ibu yang lebih riang, mudah akrab dan selalu semangat merupakan teladan yang tidak akan pernah bisa ditiru oleh anak-anaknya, bahkan kakak saya yang saya pikir sudah hampir mirip dengan ibu, tetap saja, masih belum bisa menyamai kepiawaian ibu. kemana bakat-bakat mu menurun, ibu?
Hal yang benar-benar membuat selalu menelphon ibu ketika saya sedang menghadapi masalah, adalah sikap positif thinking nya yang selalu diwujudkan dengan sikap. Bukan dengan omong kosong panjang yang kadang membuat pusing jika diceramahi, tetapi dengan contoh sikap. kadang memang nasehat nya tidak secara disengaja, bahkan seperti mengajak bergurau, jadi lebih terasa makna nya ketimbang mendengar yang membosankan. Sikap riang dan semangat, adalah sikap yang benar-benar membuat semuanya menjadi indah. Bertolak belakang dengan sikap Bapak yang pendiam dan cenderung pemikir, ibu benar-benar pasangan klop yang membuat suasana selalu meriah dan menyenangkan. cuma hal yang paling menyebalkan jika ibu berkumpul dengan nenek ku dan tante-tante ku yang laen, huaa.. dunia seakan menjadi milik mereka. brisik banget... semuanya diceritakan di forum tersebut. ampun deh, semua bisa langsung menyingkir dengan semua celotehan para ibu tersebut.
Sebagai kakak tertua, hi..hi.. tentunya, pendapat ibu lah yang akan menjadi bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan diantara wanita-wanita tangguh tersebut.
Saya benar-benar bersyukur, mempunyai ibu seperti ibu. Dengan sifat saya yang mudah kalut, sinis dan terlalu pemikir, ibu benar-benar menghibur saya secara eksplisit. Di rumah, saya bisa dikatakan tidak pernah akur dengan ibu. Ibu selalu pusing dengan dengan tingkah laku saya yang sangat bandel sekali, egois, dan susah diatur. Tetapi, ibu tidak pernah memarahi saya dengan kata-kata, mungkin ibu sudah hapal sekali dengan sifat-sifat anak-anaknya, hi..hi.. karena memang anak ibu cuma ada 2. Tetapi perlakuan yang tepat untuk menasehati secara efektif, bahkan ketika sekarang sedang demam guide parenting, ibu saya sudah menerapkan hal itu sejak 1971, begitu kakak saya lahir. hi..hi.. bangga dunk.. punya ibu cerdas.
Hal indah laennya, pada saat ibu tahu bahwa saya sedang dekat dengan teman lelaki yang berbeda agama, nasehat ibu, sungguh super simple, hal yang tidak pernah saya dengar dari orang laen yang menasehati saya panjang lebar. Karena ibu tahu, walau pun saya super bejat, tapi pikiran saya tetap waras, ketika itu, emosi dan perasaan saya sedang tidak bisa saya kendalikan untuk menuruti kewarasan saya. Adegan nya ketika saya membantu ibu memasak, dari obrolan yang ringan-ringan, ibu mengantarkan saya pada pembicaraan pribadi tentang lelaki itu. Ibu bilang, "kamu masih ingat, bahwa mendoakan suami yang berbeda agama itu, tidak akan sampai."
Duuueenngg,.. simple dan menusuk. Asli.. suer.. begitu dallleeeemmm.. gila aja.. saya benar-benar terkesiap. Tertohok dengan sukses.. sial.. Akhirnya..walau semalaman saya menangis tidak jelas, ibu tetap dengan sikap entertainment yang baik. Pelawak yang nggak ada matinya. Dibiarkannya saya dengan kekalutan saya, sibuk dengan pikiran gila saya. Ibu mengajak saya jalan-jalan dan membaca buku anak-anak. hi..hi.. karena memang itulah jurus ampuh untuk saya. Indahnya..
Hal unik yang baru-baru ini terjadi, adalah berebutan tempat duduk di kereta liburan. akhirnya saya baru sadar, jika sifat keras saya, justru berasal dari ibu.. hi..hi.. tapi efektif untuk mendapatkan tempat duduk yang agak nyaman dari kreta jakarta-yogya pp.
Tuuu..kaan.. ibu ku emang hebat. Di usia 60 tahun, alhamdulillah, ibu selalu sehat. amin..amin..amin.. masih bisa diajak becanda, seru-seruan..
Yang paling gokil, ibu tidak pernah menanyakan kemana saya pergi, asal pulang dengan baik, selalu memberi kabar jika pulang telat.. Sekalipun.. ever in my life.. ibu tidak pernah tanya, tentang kapan saya menikah. She is the coolest mom that i've never know. walaupun, saya dan ibu tidak pernah bisa akur,but after all, i love u, mom. with all my heart.

Rabu, 26 Mei 2010

Greengrocer

Lokasi kost saya berada di lingkungan kompleks sebuah perumahan. Dimana dalam keseharian, selalu berjumpa dengan ibu-ibu kompleks dan para assistennya. Kebetulan, di depan kost yang saya tinggali ini, menjadi posko tukang sayur untuk berjualan. Sehingga setiap pagi, ketika berangkat ke kantor, selalu menyapa dan bercengkerama dengan hiruk-pikuk ibu-ibu dan para assistennya. Cukup seru.
Dari kost menuju kantor, saya melewati beberapa orang tukang sayur. ada sekitar 3 orang tukang sayur yang saya lewati ketika menuju kantor. Tukang sayur pertama, memang mangkal di depan kost. Menggunakan lapak sistem knock-down alias, cuma berjualan ketika pagi hari, dan menjelang siang, tutup. tukang sayur kedua, membawa gerobak, sehingga bisa keliling dan mangkal ditempat tertentu. tukang sayur yang ketiga, berada di dekat jalan raya. Menempel pada emperan toko dengan sistem knock down juga. Cuma untuk kasus tukang sayur yang ketiga ini, saya merasa agak unik. Bukan secara personalnya, melainkan tentang gaya nya dalam mengelola management waktunya.
Setiap saya berjalan melewati dagangannya, berkisar antara pukul 7.30-7.55, ketika saya melewatinya lebih dari jam tersebut, dipastikan tukang sayur ini sudah menutup lapaknya dan beralih di tempat lain. Dan dipastikan pula, saya akan telat datang ke kantor.. hi..hi..
Saya berpikir, betapa sangat hebat si penjual sayur tersebut. Dia mampu melakukan disiplin tersebut dengan kontinue. Hal itu menunjukkan betapa dia sangat serius dengan kehidupannya. Padahal jam kerja dia bisa menjadi sangat fleksibel sekali.
Sedangkan saya, ditengah jam kerja yang sudah ditentukan, tercantum dalam peraturan yang setiap hari bisa saya baca di bagian alat presensi, dan itu pun tetap membuat saya sering telat masuk kantor...hi..hi.. betapa memalukan sekali tabiat saya ini. integritas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. bahkan hanya untuk tepat waktu masuk kantor. berpikir untuk mengimajinasi indahnya disiplin, kadang masih susah untuk menjalankannya. bagun pagi saja, masih sering telat. gimana mau berdisiplin hal yang laen. hal yang paling parah yang pernah saya lakukan, adalah tindakan indisipliner pada budget saya. benar-benar mengacaukan rencana hidup. padahal emang perilakunya udah minus duluan. sial..
cukup menohok juga, ketika saya melewati tukang sayur dan tidak menemukannya di lapak nya. karena begitu menyedihkannya hidup saya, tidak bisa berdisiplin dengan baik. beberapa kali saya bisa mendahului nya berkemas, karena ketika saya lewat, dia masih sibuk melayani beberapa pembeli. saya bisa tersenyum sendiri sambil jalan saat itu. hi..hi..
kebiasaan baik bila dilakukan secara terus-menerus akan lebih bermanfaat. semoga saja, saya bisa lebih berdisiplin lagi.

Senin, 22 Maret 2010

the end of childhood age

rasa dewasa yang semakin harus ditanamkan pada konsep diri, menjadi masa trasisi yang pada sekarang ini, semakin membuat saya cenderung labil. hingga umur saya yang sekarang ini, yang banyak orang sudah menjadi para orang tua, saya justru sedang mengalami masa pencarian jati diri yang ingin saya bentuk untuk pijakan saya pada hari-hari mendatang. berbagai variasi tuntutan peran yang harus saya kerjakan, semakin mendesak waktu saya. dimana kebiasaan saya senang memprediksi sesuatu. tuntutan untuk segera menikah, kesibukan dalam karir, rasa berbakti pada orang tua dan meraih banyak impian yang semakin membuat saya harus selektif dalam mempercepat pikiran saya dalam pengambilan keputusan. padahal dalam masa-masa sebelumnya, lebih cenderung mengandalkan kesenangan dan asas kemanfaatan pada diri sendiri. sedangkan pada saat sekarang ini, saya tidak bisa lagi melakukan hal tersebut. banyak hal yang pada sekarang ini, menjadi perihal untuk dikaji terlebih dahulu. perasaan orang lain, pemikiran kelayakan, akan menjadi pertimbangan yang cukup signifikan dalam alasannya membentuk korelasi dengan sikap diri yang ditunjukkan pada orang lain. rasa yang selama ini, hanya senantiasa perpusat pada diri, tidak bisa lagi menjadi sesuatu yang dapat diandalkan. kemampuan mengelola emosi lebih kembali pada rasa tanggung jawab dan mental pemberani untuk menghadapi hidup. dunia tidak akan pernah adil, selama kita sendiri tidak mencari keadilan itu. mau berjuang sampe entah kapan, jika jalan yang ditempuh salah, tetap saja, tidak akan pernah berhasil. mungkin perlu dicermati dengan kecerdasan dan ketangguhan diri untuk menghadapi segala ketidakpastian yang bakal terjadi. being grow up, girl. insya Alloh..

Kamis, 18 Maret 2010

living single

hidup di kota besar, benar-benar membuat warna-warni hidup yang sebelumnya tidak pernah saya alami menjadi semakin terasa. tidak seperti tahun-tahun awal ketika saya pertama datang ke kota ini. mungkin pada waktu itu, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah kakak, menyebabkan pengetahuan saya tentang kota ini terbatas. karena setelah lulus kuliah, sepertinya belum membuat saya berani untuk pergi menjelajah lebih jauh tentang kota ini. saat sekarang, ketika saya tinggal sendirian di sebuah kamar kost yang penghuninya cukup bervariatif. membuat saya cukup tercengang dengan pola pikir masing-masing personelnya. begitulah, fenomena yang cukup unik, lagipula, manusia masih punya hak kebebasan menentukan pilihan hidupnya. banyak pemikiran dan mengetahui banyak hal, membuat saya semakin belajar tentang kerasnya hidup di sini. betapa banyak hal yang ditawarkan, menguji mental dan kokohnya prisip hidup mulai bisa mendapat pertanyaan yang semakin tidak masuk akal untuk menkaji ulang, "untuk apa saya hidup?" mengamati banyak hal yang sering menjadikan saya lebih berhati-hati dengan kondisi sekitar, sikap skeptis memang paling pantas diterapkan pada lingkungan sepertinya. mengamankan diri tentunya.. entah mengapa, kota ini begitu banyak memunculkan inspirasi bagi saya. mendiskripsikan hal-hal unik dari perilaku manusia, membuat saya menjadi lebih berusaha memanusiakan diri saya yang selama ini hanya menjadi seperti mesin yang membosankn. ketika menyentuh nurani dengan hal-hal dulu saya pelajari pada saat kuliah, betapa sangat menyenangkan sekali. gairah hidup yang sempat redup, seperti ingin dikaji sedemikian rupa. kenyataannya, sungguh terasa lebih membersihkan rangkaian unek-unek yang selama ini hanya menjadi wacana dalam pikiran. sarana detoksifikasi yang ampuh. kembali merenungi perjalanan hidup, bernostalgia dengan rasa yang telah lalu. ketika kembali bersama dengan orang-orang yang telah dikenal sebelumnya, setelah sekian lama bergaul dengan orang-orang asing dan baru, kini perasaan hangat berkumpul dengan hal yang telah lalu.

Selasa, 09 Maret 2010

railway, runaway



mendekatlah ketika sepi. pada saat lelah ku, membuat ku semakin rapuh dari yang biasanya. padahal ketika engkau bilang, "iya, cinta." cukup membuatku bisa merasakn hadirmu.. romantis mungkin bukan bagian dari sikapku yang angkuh. dengan mu, kelembutan itu mulai muncul dengan sendirinya. setidaknya aku jujur pada diriku sendiri. itu sudah prestasi loh. karena lebih sering membentengi dengan rasa egois dan angkuh ku. namun dengan mu, serasa tidak berarti lagi. tangis dan tawa ku, seperti nya engkau lebih paham. bahkan diluar bayanganku.. kamu bisa menduga, sebelum aku mengatakannya.. ketika kamu ucap, "selamanya, kita akan seperti rel. hanya akan berdampingan.. saling pandang, selalu beriringan, bahkan dalam liku nya jalan. namun tidak akan pernah menjadi satu" ya, begitulah.. tidak akan pernah bertemu, kecuali ketika ada persimpangan..sedangkan menyimpang adalah hal yang paling sulit dilakukan. ketika niat sudah lurus dijanjikan. sudahlah..

** gambar diambil dari background.wallpaper.com

Jumat, 05 Februari 2010

i wish

hati-hati dengan keinginan mu.. jika diulang secara mendalam hati, akan benar-benar terwujud. kadang saya tidak percaya dengan hal-hal yang saya pikirkan. tiba-tiba terwujud. kadang semuanya berlalu begitu saja bahkan tanpa saya sadari menjadi bagian yang aneh untuk dijelaskan. tapi semua kejadian yang ada, benar nyata, ada dan saya alami. seperti pada masa saya membayangkan kerja di salah satu gedung pencakar langit di daerah sudirman. gila aja, beberapa hal bodoh membuat saya menjadi terperangkap di dalamnya. hanya dalam hitungan bulan, semua khayalan saya menjadi terwujud. benar-benar ajaib. kadang saya berpikir, saya makin hati-hati dengan pikiran saya, karena saya berpkir, ketika saya berpikir hal yang buruk, saya takut akan hal buruk terjadi. jadinya, saya selalu berpikir hal yang baik-baik aja. kapok klo terjadi beneran. karena memang benar hal-hal yang saya pkirkan.. hampir semuanya terwujud. mulai dari naek pesawat ke papua, bengong sendirian di bandara, menjelajah tempat baru. terperangkap macet di jakarta, punya kendaraan pribadi (walo hanya motor), gila.. hampir semuanya dulu hanya bermula dari membayangkan. mungkin bagi orang laen, itu hal-hal remeh yang semua orang bisa. namun bagi saya yang dulu hanya bisa meliat di tv atau mengkhayalkan dari bacaan, smuanya terasa sangaaaattt luar biasa. jika ada beberapa hal yang belum terwujud, saya bakal mempunyai keyakinan bahwa hal itu hanya menunggu waktu untuk menjadi realita. bahkan pacar saya, yang sekarang ini, betapa senangnya ketika sekarang menjalani hari-hari seru dengannya. thanks God. semuanya indah.. semoga saya tidak lupa bersyukur atas segala kemudahan dan kemurahan yang Engkau berikan. semoga aku bisa merawat segalanya dengan baik.

Senin, 01 Februari 2010

friendship forever

bagimu.. mungkin.. tidak berarti, hanya suatu kesenangan yang sesaat saja. bagimu.. hanya suatu hal yang mudah dan sederhana. hanya ungkapan yang bisa dilakukan sambil lalu. hal remeh yang bisa saja setiap orang bisa melakukannya..
bagiku.. semua hal yang mudah dan sederhana itu bukan lah hal mudah dan sederhana, sangat berarti dan bermanfaat sekali. Bagian oase dalam pengembaraan yang tak berujung. ketika kelelahan yang mendera, engkau ada melakukan hal yang luar biasa padaku. terimakasih sekali ya, dirimu baik sekali..