Sabtu, 06 Juni 2009

the cat women

Sejak pertama saya menginjakkan kaki di rumah Merauke ini, kucing itu sudah menarik perhatian saya. Dia betina, Warna bulunya yang ada 3 macam.. putih, kuning dan hitam, bentuknya yang mungil pada waktu itu, terlebih lagi dengan gayanya yang lucu.. pada waktu itu, dia benar-benar tidak mau saya sentuh.. berbeda dengan kucing-kucing yang laen, karena ada berbagai macam kucing di rumah. walau kucing-kucing ini bukan secara sengaja sebagai makhluk peliharaan. namun mereka telah menjadi bagian tersendiri di rumah. bagi saya, yang menjadi perhatian, adalah kucing betina ini dan jantan yang ukuran nya mungkin agak besar. si Jantan ini, dengan gaya tubuhnya, sepertinya dia menjadi penguasa diantara kucing-kucing yang laen. cukup lucu jg jika saya melihat mereka selalu antri tertib makan... setelah kucing jantan merasa cukup dengan makanannya, baru kucing-kucing laen makan. betapa, penguasa bisa berbuat hal semaunya tidak hanya berlaku di dunia manusia saja.. atau justru manusialah yang memcoba untuk meniru sifat binatang ini? entahlah..
kembali ke kucing betina tadi, selama hampir 2 tahun ini.. saya sering memberinya makan.. dari awalnya hanya dari jarak jauh, kemudian dia mulai mendekat. pada akhirnya, sekarang dia bisa saya sentuh. hi..hi.. prestasi yang cukup lumayan untuk menjinakkan kucing. saya suka sekali dengan gaya dia yang cuek dengan pejantan yang ada disekelilingnya.. selalu lebih suka menyendiri, dan yang paling saya kagum.. dia belum pernah beranak. padahal rekan sesama kucing betina nya.. sudah ada yang 2 kali melahirkan. sampai beberapa waktu lalu, semakin membuat kesulitan saya untuk menghitung berapa sebenarnya kucing yang berada di rumah. tapi dengan kucing kuning itu.. ada hal menarik yang bisa diamati dari dirinya, setidaknya, dia punya prinsip dengan kesendirian itu.. (hal yg mirip dengan hidup yang saya jalani sekarang.. *curhat mode:on*) kadang sesekali dia mengeong ketika saya lewat, tp setelah saya dekati, dia langsung pergi menjauh. kadang mengesalkan juga, tapi justru itu lah hiburannya.. begitu membuat penasaran.. tp seru..

This is the cat picture,

Sabtu, 30 Mei 2009

hanya diam

pembosan yang parah. saya baru kenal facebook sekitar akhir 2008. aktif comment dan hal-hal yang berkaitan dengan status orang. sekarang.. udah beberapa waktu ternyata.. membawa kebosanan yang luar biasa dengan wahana jejaring sosial tersebut. entahlah, ada perasaan males untuk ikut join dalam facebook lagi. padahal teman-teman saya sedang dalam masa pencarian teman sebanyak-banyaknya. comment yang ditulis juga semakin bervariasi. karena adalah kebiasaan saya untuk menikmati sesuatu secara avant garde. ketika produk itu mulai dikonsumsi massal.. akhirnya tingkat ketertarikan saya berkurang. mungkin kebiasaan yang buruk. tapi itulah yang sedang alami sekarang. sudah mulai tidak butuh. mungkin hanya sekali-sekali menengok. tidak setiap hari seperti dulu. mungkin tingkat kebutuhan yang semakin tidak perduli dengan orang lain. wah.. saya sudah semakin sakit dengan interaksi sosial. kadang menjadi diam adalah yang menyenangkan saya beberapa hari ini. jam kehidupan terasa melambat. tingkat pulsa juga makin berkurang. padahal saya dulu, terkenal dengan miss ring-ring. karena lebih sering telephon dan sms. sekarang HP juga sudah mulai sering tertinggal. tidak akan memulai sms lebih dulu. kecuali hal2 penting. Chatting, jg sudah mulai lebih sering invisible. entahlah.. terasa ada hal membuat saya benar-benar aneh dengan dunia maya saya. mungkin jiwa pertapa saya sedang muncul (narsis mode: on). alhasil, beginilah.. menjadi manusia yang irit bicara.. tp rasanya menyenangkan.. semoga tidak berlangsung lama. takut menjadi manusia asosial. menyedihkan untuk sepi dan sendiri.. walaupun segalanya harus dihadapi sendirian, tapi alangkah senangnya jika tidak sendiri..

Sabtu, 16 Mei 2009

kadang kebaikan itu perlu dipaksa

beberapa hari lalu, saya merasa sedih dengan ucapan seorang rekan kerja saya. Sebenarnya emang dia bukan berbicara langsung kepada saya, tapi tiba-tiba saya merasa cukup prihatin dengan ucapannya yang menyangkut tentang konsep tolong menolong. jika menurut saya, jika kita rajin menolong orang yang kesusahan tentunya akan ada balasan ketika kita mengalami kesusahan akan cepat ditolong orang. setidaknya saya berusaha tidak mengharap apapun ketika saya berhasil memudahkan orang lain dalam menjalankan kegiatannya. tapi alangkah senangnya hati saya ketika saya bisa menunjukkan pada diri saya sendiri, ternyata saya emang masih cerdas dalam mengerjakan sesuatu (narsis mode: on) Tapi sungguh, saya sedih ketika rekan kerja saya dalam memberikan bantuannya masih memilih-milih. betapa sangat ironis ketika dia sendiri membutuhkan bantuan dan tidak ada yang mau menolongnya. Untunglah selama ini karena rekan kerja saya sangat berkecukupan, cakap dalam mengerjakan tugasnya (tugasnya ngapain aja, saya juga tidak tau) tentunya dia tidak membutuhkan pertolongan. mungkin karena konsepnya berbeda dengan saya, maka dia tidak memperdulikan apakah ada pertolongan atau tidak. mungkin karena dia menganggap bahwa meringankan beban orang lain bukanlah hal yang penting, jadi yaa, dia tidak akan pernah melakukan hal sembarangan. semoga aja.. dalam kegiatannya, dia tidak menemukan kesulitan, semoga selalu dia selalu diberkahi kemudahan sehingga tidak perlu repot kebingungan mencari bantuan.

Kamis, 14 Mei 2009

Under Pressure

walah.. kapan kerja bisa dinilai sebagai sarana menggalangan pahala di akhirat (bagi yang percaya ada akhirat) kalo yang ada cuma mengeluh tentang betapa kerja itu menjadi sangat tidak enak. Kondisi yang biasa saya alami sih, (baik ditempat lama dan di tempat baru sekarang) adalah komplain user, komplain (dimaki2) rekan kerja, atasan yang meminta rekap data cepat.. hi..hi.. segudang proyek impossible yang hanya bisa diselesaikan dengan kepala dingin.. alias tidak dimasukan dalam hati. semuanya hanya bagian dari kerja.. cara yang ditempuh untuk mendapatkan gaji setiap bulannya. mungkin nggak usah mengeluh.. itulah yang paling aman untuk dilakukan. Keep calm alias bersikap dewasa, artinya pengendalian diri untuk menunjukkan keprofesionalan kerja kita. lha klo sedikit-sedikit ngambek hanya gara-gara masalah kecil, kapan kita belajar dewasa? mungkin nyaman menjadi anak kecil yang hobi manyun.. tp kelak kn kita juga akan dituntut untuk lebih bijak dalam mengambil sikap. Tekanan emang tidak enak. Himpitan performa yang ideal untuk segera diwujudkan, sungguh menjadi tugas yang mulia, klo hal itu dilakukan dengan santun, sabar dan santai (tapi tetep dalam wacana disiplin tinggi) tentunya akan menjadi hal pendukung amalan indah kita nanti. tidak usah pake marah-marah, karena aroma marah, pastilah akan mempengaruhi kinerja sehingga tidak berjalan sesuai yang direncanakan. misalnya saja, mau print data, eeeh.. printernya macet.. walah.. dah kayak dunia mau runtuh.. padahal kasusnya hanya karena belum terkoneksi internet. walah.. lha udah marah duluan sih.. gimana mau bisa nge print dengan baik. Mungkin berkaca dari pengalaman, ada seorang rekan kerja yang bener-bener cool walo ibaratnya walo ada gempa bumi, rasanya dia bakal biasa-biasa aja. nah, konsep dewasa yang seperti ini yang mungkin bisa diterapkan secara baik untuk menghadapi segala hal yang berkaitan dengan tekanan kerja. Model childish seperti saya ini misalnya, mungkin masih perlu pelatihan yang lebih keras lagi dalam proses pendewasaan diri. perbanyak menimba pengalaman untuk menjadi tenang, tidak melulu lari-lari sepanjang kantor.. walah, emang sudah banyak yang protes sih.. hi..hi.. terus mengomel tidak pernah berhenti.. hi..hi.. semoga bisa menjadi berkurang.. hi..hi.. yang penting, tetap bersikap tenang.

Sabtu, 18 April 2009

pokoknya nggak mau tau...

mungkin bos-bos saya kadang menilai anak buahnya dengan pemikiran yang lebih. artinya yaa.. anak buahnya mesti harus kudu punya kemampuan lebih dalam mengerjakan tugas yang dibebankan pada personal yang bersangkutan. contohnya rekan kerja saya, bahkan kejadian yang pernah saya alami beberapa waktu lalu. tapi emang yang paling parah adalah yang dialami oleh rekan kerja saya.. kasusnya ketika kapal yang membawa muatan produk ekspor hendak diberangkatkan keluar negeri. bagi saya, yang tidak pernah tahu tentang hal-ikhwal pengapalan, membayangkan saja, tentunya butuh kelengkapan dokumen yang seharusnya dipenuhi lebih dahulu agar kapal tersebut bisa berangkat. memberangkatkan kapal emang tidak semudah memberangkatkan bis, mobil atau sepeda. nah.. si bos bagian pengapalan ini bilang pada rekan kerja saya, "pokoknya nggak mau tau, kapal itu harus berangkat tanggal 15." walah, gubrak.. tentunya sang bos itu berarti telah membuat pemikiran tentang rekan kerja saya yang mempunyai kemampuan lebih dalam menggerakan kapal yang segede gambreng itu.. dengan entengnya, rekan kerja saya menjawab, "klo gitu, saya pulang dulu, mbak. ambil sayap superman saya, mengambil golok untuk siap2 berantem dengan teman2 yang loading yang belum selesai muat." hue..hu..hu.. seru kan.. betapa menyenangkan mempunyai bos yang bisa melihat kemampuan super anak buahnya.. hi..hi. seru kan.. mungkin adakalanya kelak, ketika kita berada di posisi yang mempunyai anak buah, harusnya bisa lebih tau tentang kemampuan dan kapasitas masing2 individu agar bisa melihat kondisi secara lebih baik. tidak asal berkuasa dengan ungkapan, "pokoknya nggak mau tau" itu.. mungkin benar, setiap bos punya kekuasaan untuk bisa mengatakan hal tersebut, namun mungkin bisa lebih mampu mengendalikan semuanya agar dapat terasa nuansa pengertian pada tugas bersama. toh yang akan mendapat cela pertama dari big bos adalah dia duluan sebagai bos dari rekan saya. tp yaa.. tetep aja.. pkoknya nggak mau tau.. hi..hi..

Sabtu, 11 April 2009

Golput

Niatnya sih tidak golput, tapi apa daya, nama saya tidak terdaftar dalam Daftar Pemilu Tetap di lingkungan tempat tinggal saya di Merauke. Jadi akhirnya saya kehilangan hak suara saya.. kemana saya harus mengadu? karena pertama saya datang ke kantor Kelurahan dekat rumah, tidak ada solusi selain tidak mencontreng di TPS (halah klo itu sih semua orang juga tau). Tidak ada tanggapan yang lebih lanjut lagi. dengan entengnya, petugas mengatakan "Tunggu aja pas pemilu presiden.. mungkin bisa nyontreng.." Waks?!!@#@#$@$@#%$%&^&* arrrgggrrrhhh... Mungkin memang tidak perduli dengan kondisi saya yang sedang berusaha mengamalkan semangat nasionalis.. kan tumben saya punya semangat begitu.. siang yang panas saya berusaha mencari informasi keberadaan nama saya hanya demi sebuah pengamalan demokrasi. hasilnya tetap saja.. nihil.. akhirnya saya pulang ke rumah dengan sedih. Disaat banyak orang menyatakan diri golput dengan sengaja, saya malah berusaha untuk tetap memilih. Justru lebih aneh lagi, ketika saya telephon ibu saya, beliau mengabarkan bahwa saya mendapatkan undangan pemilu di rumah saya yang jauhnya 10 jam dari tempat saya sekarang, yang perlu ditempuh dengan naek pesawat, dan yang paling penting, adalah ongkosnya yang sangat mahal demi sebuah pemilu. Akhirnya saya cukup terhibur dengan sms dari beberapa teman yang emang benar-benar golput sejak awal. bukan salah saya untuk tidak ikut dalam pemilu. Sekarang saya jadi paham bagaimana perasaan orang-orang dulu masuk dalam eks tapol atau apapun istilahnya.. sungguh saya menjadi lebih berempati pada orang-orang yang sebenarnya berniat untuk menjadi warga negara yang baik tapi karena terganjal dengan birokrasi yang aneh di Indonesia. Banyak alasan yang membuat mereka menjadi orang yang termarginalkan. Pantas saja kalo mereka lebih punya kehidupan yang lebih baik di luar negeri daripada hidup menderita di negeri sendiri. Karena bisa saja, mereka bisa mengunjungi Indonesia di laen waktu. Sama saja kan.. emang banyak menunjukkan cara mencintai Indonesia. Saya melihat hasil perhitungan suara sementara ini juga menampilkan hal yang berbeda dari pemilu sebelumnya. Tercatat partai Demokrat yang dulu mungkin bukan merupakan partai besar, sekarang sudah terliat bahwa partai tersebut merupakan partai yang patut diperhitungkan. Demikian pula halnya dengan PDIP dan Golkar, disusul PKS dan PAN. Wah, benar-benar hal yang luar dugaan. Semoga saja, caleg yang telah dipilih dalam partai tersebut, mampu mewujudkan kebesaran nama partai dalam hal nyata dalam kehidupan. Tetep, tidak hanya bicara saja. Namun pada cara membangun bangsa agar mampu menjadi lebih baik.

Rabu, 08 April 2009

nyontreng ?

Pemilu emang tidak pernah usang untuk diperbincangkan. Kampanye saja sampai dilaksanakan dengan segala cara. dari mulai alasan pembagian sembako lah, sumbangan, pengobatan masal dan hal2 yang dianggap bisa meraih simpati pemilih. kadang klo saya melihat berita, kok ya ada aja usaha-usaha singkat begitu.. kenapa mereka tidak sejak dulu kala melakukan tindakan begitu, kenapa baru melakukan hal begitu hanya pada saat kampanye saja? banyak hal menarik yang bisa digali. dari mulai struktur kegiatan partai, cara partai meraih suara, penyebaran pengetahuan politik dan segudang hal penting lainnya. sungguh, saya yang kuliah jurusan politik aja.. sampe 4 tahun juga masih bingung dengan what the kind of politics exactly? karena emang kompleks banget. padahal secara harafiah, politik hanyalah sebuah konsep tentang cara bagaimana menguasai. wow... sungguh arti yang menakjubkan.. simple tapi mematikan. Dapat diibaratkan, mencakup hal yang luas sekali. kadang sampai tidak bisa dibayangkan. maka yang namanya menguasai, sungguh merupakan hal yang luas. jadi ya wajar aja, kalo yang namanya haus kekuasaan merupakan hal yang lumrah. sampai terjadi kasus menjadi gila, seperti pilihan Bupati di salah satu kabupaten di Jawa Timur baru-baru ini. sampai lupa ingatan benar. sungguh tragedi yang benar-benar memilukan. terlalu banyak memakan korban. yang paling penting, ketika semua hal yang mengandung amanah itu dipertanggungjawabkan di akhirat kelak.. wah, mending nggak usah cari kekuasaan jika tidak merasa mampu melaksanakan, atau menerima kekuasaan tapi tetap tidak ada perbaikan sama sekali. mungkin hal yang jarang sekali dipikirkan. karena bagi yang masih percaya dengan adanya kehidupan setelah mati, mending nggak perlu cari perkara dengan yang namanya kekuasaan. tidak mengenakan sama sekali. tugas yang begitu besar. tapi bagi orang-orang yang merasa mampu menjalankan kewajiban sebagai pemimpin yang baik, maka usahakanlah membuat kebaikan yang dapat dirasakan oleh semua pihak. Listrik aja.. masalah paling uzur yang ada di negeri ini, di sebagian wilayah masih saja mengalami pemadaman bergilir. walah, harusnya daerah-daerah itu lah.. yang menjadi sasaran kampanye. rakyat butuh bukti nyata. bukan hanya bagian yang menjadi omong kosong secara massal. rakyat butuh kenyamanan hidup. jadi.. klo besok pemilu, pilih secara seksama dan cermat.