kadang tulisan mampu menjadi senjata ampuh menyalurkan pikiran. hal yang tidak wajar menjadi hal yang wajar bila diekpresikan dalam blog. pikiran tidak hanya menjadi pikiran saja, melainkan hal nyata yang bisa dinikmati dalam khasanah bacaan.
Jumat, 03 April 2009
so unbelievable
sekarang baru terasa, kenapa dulu ada usulan tentang penambahan mata kuliah sosiologi pekerjaan. krn mahzab materialistik sudah mulai dirasakan. jadi uang benar-benar menjadi hal yang penting, dan cara memperolehnya adalah dengan bekerja. gila aja, banyak orang menghalalkan segala cara untuk memperoleh uang. hal ini sih wajar, karena emang uang telah dianggap sebagai penguasa untuk memperoleh keberlangsungan hidup. dulu, banyak teman2 saya yang mengambil judul skripsi tentang strategi keberlangsungan hidup. waktu itu yang diambil sample adalah nelayan di pesisir pantai utara Jawa. sekarang, yang saya hadapi adalah stategi keberlangsungan hidup karena gaji terlambat... bagi yang mungkin gajinya lebih besar dari saya, dan didukung pengeluaran sedikit, pastinya bisa tetep survive karena keterlambatan. Bukan karena perusahaan telat memberi gaji, tetapi karena sistem bank tempat kita tranfer rekening gaji itulah yang sedang bermasalah. waks .. sungguh menyebalkan sekali. apalagi bulan maret sudah termasuk bulan yang panjang. jadi.. ya.. pandai-pandailah kita untuk tetap bertahan hidup secara benar. tidak banyak melakukan pengeluaran hal-hal yang kadang membuat kita semakin miris dengan kehidupan. sungguh pembelajaran yang sangat berarti untuk selalu mengandalkan diri sendiri..karena emang begitulah keadaannya bila berkaitan dengan uang. tidak bisa melakukan hal yang lebih... jadi.. begitu gaji masuk, akan menjadi hal yang luar biasa bagi yang membutuhkan.. seperti saya misalnya.. hi..hi. dengan tagihan yang lumayan membuat pusing jika gaji yang terlambat begini.. walah.. hingga terpaksa melakukan subsidi silang dari berbagai pihak. sungguh.. hal yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya..tapi tetep aja, semuanya harus dihadapi dengan kelapangan hati.
Selasa, 31 Maret 2009
Renegade

Sepertinya sindrom ini yang dialami beberapa teman wanita yang saya kenal belakangan ini. Sindrom takut dan malas untuk menikah. kasus yang sama tentang bayangan perkawinan. Lingkungan yang benar-benar membuat kita terpaku pada suatu kondisi yang aneh, klo menurut saya lho. tapi banyak juga lho yang menanyakan saya tentang hal itu. disuatu tempat misalnya, saya bakal dianggap perawan tua. tapi sudahlah, jika memang jiwa belum mampu untuk membagi diri dengan orang lain. lebih baik dipikir secara benar untuk menikah. ketika saya bekerja, sikap totalitas yang ditunjukan emang membuat saya benar-benar terfokus pada pekerjaan. Walo dengan kompensasi yang terbatas, tapi saya tetap berusaha melakukan hal yang terbaik. kondisi yang seperti membuat saya sulit untuk menemukan waktu luang secara benar untuk bergaul. wilayah gaul hanya sebatas pada dunia maya. Melupakan sejenak hal-hal yang menyesakan hati. tapi kadang kala, benar-benar menghibur. pokoknya indah lah. kesepian, hampa, perasaan kosong, memang sering kali mendera. bahkan sering kali membuat saya menangis dengan ketidakjelasan hal-hal tersebut. tapi tentunya saya berusaha membuat semuanya biasa-biasa saja. kadang saya merasa rapuh dengan kerentanan pada dinginnya sebuah hati. setidaknya itulah yang saya rasakan. untungnya saya hidup di lingkungan yang tidak sering menanyakan hal-hal seperti itu. dimana-mana, kasus yang muncul adalah ketika pihak perempuan menuntut pria untuk menikahi. sedangkan saya, berulang kali diajak, tetep saja saya merasa belum siap membagi kehidupan dan menyerahkan kebebasan pada orang lain. padahal cermin indah pernikahan ada di sekeliling saya.. saya berasal dari keluarga yang bahagia, perkawinan kakak perempuan saya juga bahagia, tidak pernah memberikan trauma buruk pada hidup saya.
entahlah, yang tidak saya mengerti, hidup di kota kecil membuat saya lebih cuek untuk melihat kondisi saya yang mungkin terliat menyedihkan.. tapi kadang, saya merasa baik-baik saja. jauh dari orang tua, lebih senang berpetualang melihat hal yang indah..pulang ke rumah bapak ibu hanya pas lebaram.. bisa menghindar dari pertanyaan, kenapa saya juga belum menikah.. hi..hi.. tanyakan saja pada rumput yang bergoyang
*picture courtesy by keluarga idaman.blogspot.com
Jumat, 27 Maret 2009
the beach


Saya sangat menyukai pantai, terutama pantai yang indah. mungkin karena waktu kecil emang jarang banget tamasya ke pantai.. maka ketika sekarang dekat dengan pantai, maka yaa beginilah.. pantaiholik..halah.. pokoknya dimana ada pantai, maka saya akan berlama-lama memandangnya.. termasuk pantai diatas.. klo d facebook, teman-teman saya pada pamer gambar perjalanan keluar negeri, maka saya akan memposting gambar yang ada didalam negeri.. hi..hi.. karena banyak tempat yang indah yang masih banyak belum dikunjungi.. suer, semuanya indah.. pantai yang benar-benar masih alami... sungguh.. selama perjalanan saya ke daerah tersebut, potensi wisata belum diketahui oleh orang-orang yang jarang mengakses berita wisata. kan selama ini yang banyak orang yang hanya tau tentang Bali, Yogya, Lombok, Bunaken dll. banyak tempat indah laennya lho.. sepanjang indonesia masih berupa negara kepulauan dan mungkin ada perbaikan sarana pendukung... obyek wisata pantai, merupakan hal yang paling punya daya jual yang tinggi..
* sunset at Sentani Jayapura, courtesy by Yadil A Beddu
* sunset at Bian Merauke, courtesy by Ifah_diana@yahoo.com
* picture Pantai Luwuk Sulawesi, courtesy by Syueb Abuhanifah
Senin, 23 Maret 2009
Ilmu adalah
Banyak alasan yang membuat orang melanjutkan kuliah ke tingkat yang lebih tinggi. misalnya dari S1 ke S2 dan seterusnya. hal-hal umum, misalnya belum kebagian kerja, tuntutan profesi, gengsi dan sebagainya. hal yang selama ini saya tahu, adalah bahan kajian yang diminati merupakan kualifikasi yang benar-benar dibutuhkan untuk menunjang suatu disiplin ilmu. misalnya seperti dosen saya yang mengambil jurusan Sosiologi maka kuliah yang diambil sosiologi juga. mereka dengan sungguh-sungguh belajar untuk mempelajari bidang keilmuannya. berkutat dengan buku, bahan ajar dan observasi yang berkaitan dengan studi. saya salut jika mereka benar-benar mendalami hal yang dulu tidak sepenuhnya mengerti, akhirnya setelah selesai kuliah, banyak ilmu yang disampaikan pada anak didiknya. Pilihan perguruan yang dimasuki juga merupakan perguruan yang bereputasi seperti UI, UGM, atau perguruan tinggi di Luarnegeri. Prancis, Inggris, Aussie, Amerika dan sebangsanya. Sungguh merupakan kerja keras yang membuat indah sebuah ilmu pengetahuan. Namun, kasus yang terjadi sekarang adalah ketika seorang mahasiswa S2 yang benar-benar tidak menghayati perannya sebagai mahasiswa. sangat menyedihkan ketika mahasiswa ini tidak menikmati begadang dalam mencari ide untuk menentukan judul bahasan membuat Paper. kebingungan mencari kata dalam kamus saat mendapat tugas menerjemahkan literatur bahasa inggris. sibuk mencari kata-kata yang pas untuk menghubungkan kalimat agar bisa tampak relevan, dan masih banyak hal indah lainnya. kadang hal-hal itulah yang membuat perbedaan ketika mereka yang mengerjakan tugas dan yang tidak mengerjakan tugas adalah kondisi kejiwaan yang tidak pernah akan dirasakan oleh seseorang yang belum pernah bertanggungjawab dengan ilmu pengetahuan. tidak pernah merasakan manfaat dari pengetahuan. sungguh ironis. jika saja banyak orang yang paham dengan kenikmatan pengetahuan. maka tentunya tidak akan ada kasus gelar palsu ato ijazah palsu.
Sabtu, 13 Desember 2008
LIKE THE ORDINARY DAY
Rahasia “The Secret” merupakan manifestasi dari sikap khusnudzon yang biasanya diterapkan dalam Islam. Artinya ketika kita benar-benar berharap dengan indah, khuyuk, selalu yakin bisa mendapatkan hal yang terbaik dan tidak pernah putus dalam bercita-cita. Yakin saja, bayangkan hal yang baik-baik saja, pasti semua akan menjadi hal yang baik-baik juga. Telah seringkali terbukti. Tidak pernah ada kebetulan, karena yang terjadi adalah kita melakoni kreasi Sang Maha Sutradara. Kita tidak pernah mengerti lakon apa yang akan kita mainkan, sedih, suka, dan berbagai hal lainnya. Oleh karena itu untuk tetap menjadi hal indah dalam menapaki hidup, lebih baik menjalani dengan baik. Tidak perlu banyak mengeluh, ikhlas dengan ridho bahwa semua hal yang menyenangkan itu akan berakhir dengan baik. Cuma permasalahannya adalah bagaimana melegitimasi bahwa hal yang indah itu akan segera datang. Tentunya harus diuji dengan kesabaran yang tidak menghendaki ada batas untuk tetap berjuang sebagaimana layaknya orang yang sedang bertempur di medan perang. Cukup mengejutkan bila semua hal yang indah itu tiba-tiba datang dengan cueknya tanpa permisi. Datang dan pergi dengan seenaknya. Entahlah, semua hal itu menjadi rahasia Tuhan saja. Meyakinkan hati bukanlah hal yang mudah. Semua punya porsinya sendiri-sendiri dimana setiap orang tentu akan menjalani perjalanan spritualitasnya masing-masing.
Semua hal tentang hidup memang menjadi hal yang tidak pernah selesai untuk dibahas. Mulai dari kebutuhan hidup hingga hal-hal yang berkaitan dengan hakekat hidup itu sendiri. Ya.. begitulah.. kadang manusia memang tidak perlu menjelaskan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan. Taken for granted... terima apa adanya. Seperti yang dijalani oleh para sufi untuk bisa menerima semuanya secara lebih ikhlas. Semua orang memang ingin sempurna untuk menjalani hidup. Kecil dimanja, muda foya-foya dan tua masuk surga. Falsafah yang menyenangkan tapi bagaimana bisa hal itu terjadi, sungguh hal yang tidak mungkin. Dengan asumsi bahwa muda foya-foya itu biasanya kecenderungan untuk cepat menghabiskan materi, tidak mengenal rasa berprihatin dan hidup dalam perjuangan. Sedangkan surga itu mahal, tidak bisa dicapai dengan kemudahan. Banyak hal yang harus dijalankan misalnya tidak boleh boros, melaksanakan ibadah dengan khusyuk, berbuat kebaikan.. dimana yang namanya berbuat kebaikan itu merupakan hal yang absurd untuk diterjemahkan. Karena kadang hal yang baik belum tentu dianggap baik oleh orang lain. Kadang hal itulah yang kadang membuat susah orang yang tidak tahu dengan kepentingan orang lain.
Semua hal tentang hidup memang menjadi hal yang tidak pernah selesai untuk dibahas. Mulai dari kebutuhan hidup hingga hal-hal yang berkaitan dengan hakekat hidup itu sendiri. Ya.. begitulah.. kadang manusia memang tidak perlu menjelaskan hal-hal yang tidak bisa dijelaskan. Taken for granted... terima apa adanya. Seperti yang dijalani oleh para sufi untuk bisa menerima semuanya secara lebih ikhlas. Semua orang memang ingin sempurna untuk menjalani hidup. Kecil dimanja, muda foya-foya dan tua masuk surga. Falsafah yang menyenangkan tapi bagaimana bisa hal itu terjadi, sungguh hal yang tidak mungkin. Dengan asumsi bahwa muda foya-foya itu biasanya kecenderungan untuk cepat menghabiskan materi, tidak mengenal rasa berprihatin dan hidup dalam perjuangan. Sedangkan surga itu mahal, tidak bisa dicapai dengan kemudahan. Banyak hal yang harus dijalankan misalnya tidak boleh boros, melaksanakan ibadah dengan khusyuk, berbuat kebaikan.. dimana yang namanya berbuat kebaikan itu merupakan hal yang absurd untuk diterjemahkan. Karena kadang hal yang baik belum tentu dianggap baik oleh orang lain. Kadang hal itulah yang kadang membuat susah orang yang tidak tahu dengan kepentingan orang lain.
Rabu, 03 Desember 2008
free as a bird
Namun, apa itu kebebasan? akar kebebasan adalah kemampuan manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Dan kebebasan eksistensial (seperti kata Martin Heidegger, 1889-1976) selalu berhadapan dengan kewajiban, utamanya dalam hidup bermasyarakat. Itulah esensi dasar dari kebebasan. Jadi kebebasan bukan sebebas-bebasnya, karena kebebasan juga bersinggungan dengan kepentingan orang banyak, bersinggungan dengan tatanan masyarakat, karena kita hidup bermasyarakat. Misalkan kita makan di warung, bukan berarti kita bebas untuk tidak membayar bukan? Bebas di satu sisi, dibebani kewajiban. Orang yang bebas adalah orang yang mampu mengatasi dirinya sendiri. Berbeda dengan binatang yang mengikuti insting dan kecondongan2 alamiah. Kebebasan manusia tidak melanggar hukum dan ketentuan, serta norma yang berlaku. Oleh karenanya, saya selalu mendukung sebuah aturan akan kebebasan. tapi tetep saja, selalu ada hal2 yg membuat saya berpikir ttg kebebasan.. misalnya saja kehidupan pernikahan.. aturan dalam masyarakat selalu bertentangan dengan kondisi yg saya alami. saya bebas bekerja dimana pun yg saya mau..tp kenapa sekarang saya dipaksa untuk masuk PNS ya? walah.. kebebasan mana yang sesungguhnya dianut?
Selasa, 02 Desember 2008
Buat apa?
Saya ini termasuk orang yang suka mengidolakan seseorang.. misalnya saja Sri Mulyani (Menteri keuangan), Nicholas Saputra (aktor), Luna Maya (entertainer), Dewi Lestari (penyanyi) dan Johnny Deep (aktor). banyak hal yang saya kagumi dari masing-masing orang ini. semua memberi inspirasi dalam diri saya. Dulu jamannya di SCTV masih ada program reality show Mimpi kali yee, saya selalu berharap ditayangkan pas Nicholas Saputra saat menjumpai penggemarnya. Tapi dasar emang Nicholas, dia meminta pihak crew untuk merahasiakn pertemuannya. Ya itulah yang membuat saya selalu terkesan padanya. Tidak membuka wacana untuk publik. Saya selalu suka menyimpan hal-hal sendiri. Seperti sakarang saya suka membuka blog Dewi Lestari. Karena saya suka sekali membaca pemikiran Dewi lestari sebagai bahan penambah ide gila. Bagi yang suka pada dunia entertainment, siapa sih yang tidak kenal Luna Maya. Saya juga mengikuti cerita-cerita Luna maya di infotainment. misalnya saja berita Luna Maya kepergok beli alat mandi bareng Ariel Peterpan. Gubrak, saya malah jadi yang lebih aneh pada wartawan-wartawan ini. Lha mbok ya biar saja.. mereka kn punya hak hidup. dari komentar yang saya baca, kecenderungan malah membuat opini sendiri. klo hanya sebagai kalimat berita sih ya ga papa.. lha yen sudah menjurus pada masalah justifikasi. kan sudah laen ceritanya. padahal alangkah lebih enak jika nanti (kita sebagai pemerhati) mendengar berita Ariel menikah dg Luna maya. Seperti kasus berita perceraian Pasha ungu dan Okky. walah.. lha mbok ya biar aja mereka urus urusan mereka sendiri. lagian mereka juga nggak peduli kalo kita repot-repot dengar perselingkuhan pasha dg acha. hi..hi.. biar aja.. kadang emang kita yang sebenernya bertanya... buat apa tau aib orang lain? sedangkan kita sendiri aja masih bingung menutup aib sendiri..
Langganan:
Postingan (Atom)